Sabtu, 27 Februari 2016

Cerpen


Sahabatku yang Kembali
(Oleh Farida Ariani / X MIA 3 /07)
Ada seorang gadis,dia bernama Rima.Rima adalah anak seorang pengusaha yang kaya,dia sedang duduk dibangku SMA.Dia adalah seorang yang ramah,cantik,pintar,dan baik.Walaupun orang tuanya kaya,namun dia mau bergaul dengan orang-orang biasa.Oleh karena itu dia mempunyai banyak teman.Dia sangat disenangi teman-temannya .Tidak hanya teman-temannya ,banyak guru yang juga perhatian dengan dia karena kepintarannya.Diantara banyaknya teman,ada seorang teman yang sangat spesial,dia bernama Irma .Mereka telah bersahabat sejak masih SD.Namun akhir-akhir ini mereka berubah,bahkan mereka tidak lagi saling sapa.Mereka seperti tidak mengenal satu sama lain.Sudah 2 hari terakhir  Rima tidak seperti biasa,dia  sering melamun.Namun hari ini dia sangat aneh.Dia terlihat sangat sedih dan saat perjalanan pulang,dia hanya melamun didekat kaca jendela mobil.Sesampainya di rumah,dia langsung lari ke kamar bahkan dia tidak menjawab pertanyaan ibunya
“Rima,kamu nanti les apa ?”Tanya Ibunya,namun Rima tidak menjawab.Dia langsung lari ke kamarnya dan menguncinya.Awalnya ibu Rima curiga dengan sikap Rima,namun ibunya berfikir mungkin Rima terlalu lelah jadi dia ingin segera ke kamarnya.Didalam kamar Rima langsung menuju sudut kamar.Gadis itu hanya bisa duduk terpaku disudut kamar.Bahkan Rima tidak tersadar bahwa air matanya jatuh dipipinya.Air matanya tidak berhenti, justru semakin deras bahkan dia sampai terisak isak.Dia membayangkan kejadian akhir-akhir.Bahkan air matanya semakin deras ketika dia teringat ucapan-ucapan yang dilontarkan sahabatnya di kelas tadi.
Kejadian yang sedang ada dipikiran  Rima saat ini berawal 2 hari yang lalu ketika jam istirahat.Saat itu Rima sedang ada di kantin,seperti biasa Rima hanya membeli air mineral dan makanan ringan .Rima menghabiskan makanan dan minuman yang  ia beli sambil membaca novel.Saat Rima sedang asyik membaca novel sambil mengunyah makanan ringan yang ada dihadapannya,tiba-tiba Irma datang.
“Aku nyesel pernah sahabatan sama kamu.”Ucap Irma.Sontak Rima langsung kaget  dan bingung.
“Maksud kamu apa Ir ?”Tanya Rima kebingungan.
“Alah nggak usah pura-pura nggak tau.Kamu jahat.Aku nyesel sahabatan sama kamu.”Jawab Irma,air mata yang mau jatuh dipipi langsung Irma hapus.
“Tapi…..”Kata itu yang bisa Rima keluarkan karena Irma langsung meninggalkannya.
Bel masuk berbunyi, Rima langsung menuju kelas.Namun kakinya seperti tidak kuat untuk berjalan menuju kelas karena dia sangat kaget dengan apa yang Irma katakan padanya.Saat di kelas dia hanya melamun,pikirannya dipenuhi oleh pertanyaan apa alasan Irma mengatakan hal itu kepadanya,dan dia selalu terbayang-bayang ucapan yang tadi Irma katakan.Suara guru yang ada di depan kelas menyadarkan lamunannya,Rima sangat kaget.
“Rima,kenapa kamu melamun?”Tanya Pak Rino.
“Maaf Pak,nggak papa kok Pak.”Jawab Rima.
“Ya sudah,konsentrasi pelajaran !”Perintah Pak Rino.
            “Baik Pak.”Jawab Rima sambil menunduk.
            Pelajaran dilanjutkan,namun Rima lagi-lagi melamunkan hal yang sama.Tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara gurunya lagi.Namun suara ini terdengar lebih jelas,ternyata Pak Rino sudah ada di sampingnya.
            “Rima,kenapa kamu melamun lagi?”Tanya Pak Rino.Pak Rino heran karena tidak biasanya Rima melamun.
            “Tidak kok Pak !”Jawab Rima.
            Bel pulang sekolah berbunyi,Pak Rino langsung meninggalkan Rima dan keluar dari kelas,begitupun dengan Rima dia langsung menggendong tas dan lari meninggalkan kelas.Teman-temannya sangat heran dengan perilaku Irma saat ini.
            “Rima kok aneh ya?Nggak seperti biasa,biasanyakan kalau dia mau keluar kelas nyapa kita dulu.”Tanya teman yang duduk dibelakang Rima kepada teman lainnya.
            “Iya,tadi juga saat pelajaran Rima melamun.”Jawab salahsatu teman.
            “Sudah-sudah ayo kita pulang,kita tanyakan kepada Rima besok pagi.”Ujar teman yang lain.Akhirnya mereka keluar kelas.
            Rima berlari menuju kelas Irma yang jaraknya lumayan jauh dari kelasnya.Ketika sampai di depan kelas,Rima tidak melihat sahabatnya itu.Akhirnya dia pulang ke rumah.Rima masih bingung dengan ucapan Irma di kantin tadi.Di rumah Rima mencoba untuk menghubungi Irma.Dia coba menelefonnya namun tidak diangkat,kemudian SMS,namun dia tidak membalas SMS tersebut.Rima semakin bingung kenapa Irma bisa semarah itu.Keesokan harinya,Rima berangkat lebih awal.Dia langsung menuju ke kelas Irma.Rima mencoba mencari dikelasnya namun dia tidak melihat ada Irma.Kemudian dia tanya kepada teman yang sedang duduk dikursi depan kelas.
            “Eh,Irma sudah berangkat belum?”Tanya Rima kepada salah satu teman Irma.
            “Kayaknya dia belum berangkat.”Jawab teman itu.
            “Oh,makasih ya.Maaf mengganggu.”Ujar Rima.
            “Ya sama-sama.”Jawab teman itu.
            Rima meninggalkan teman itu dan menuju kelas karena bel masuk akan berbunyi 3 menit lagi.Sesampainya dia langsung duduk dibangkunya,teman-teman menghampirinya.
            “Rima kamu kenapa?Kamu sakit?”Tanya salah satu teman.
            “Aku nggak papa kok.Aku juga nggak sakit.”Jawab Rima kepada temannya.
            Teman-temannya langsung duduk dibangku masing-masing karena guru yang mengajar sudah datang.Rima mencoba melupakan masalah itu sejenak dan mengikuti pelajaran dengan baik.Bel istirahat berbunyi,Rima langsung menuju ketempat yang biasa Irma datangi,namun dia tidak menemukannya.Dia terus mencari,dia tidak menemukannya sampai bel berbunyi.Akhirnya dia memutuskan untuk menemuinya nanti sepulang sekolah.
            Saat pulang sekolah Rima menuju kelasnya Irma.Beruntung dia belum keluar dari kelasnya.Rima langsung menghampirinya karena saat itu tinggal ada Irma.
            “Kenapa kamu kesini?”Tanya Irma.
            “Irma aku mau tanya maksud dari ucapanmu saat istirahat kemarin.”Jawab Rima.
            Sorry,aku harus pulang sekarang.Dan jangan tanyakan hal itu lagi.”Jawab Irma singkat dan langsung meninggalkan Rima.Rima terus mengejar Irma dan terus bertanya namun dia tidak menjawab.Karena tidak berhasil akhirnya Rima pulang ke rumah.
            Hari berikutnya dia datang ke kelasnya Irma dan menemuinya saat pulang sekolah.
            “Kenapa kamu datang lagi ?Apa kamu nggak capek?”Tanya Irma.
            “Nggak,aku hanya tidak ingin persahabatan kita rusak.Hanya itu.”Jawab Rima.Matanya berkaca-kaca.
            “Bukannya kamu yang ingin merusak persabatan kita?”Tanya Irma.
            “Maksud kamu apa?”Tanya Rima bingung.
            “Kamukan yang bilang sama Rika kalau kamu nggak mau sahabatan lagi sama aku.Bahkan kamu malu punya teman seperti aku.”Jelas Irma.Rima sangat kaget mendengar ucapannya.
            “Aku nggak pernah bilang seperti itu ke Rika.Kamu salah paham.”Jawab Rima.Irma tidak meresponnya.
            “Terserah kamu,yang penting aku nggak pernah mengatakan hal itu kepada Rika atau siapapun.”Jelas Rima.
Rima langsung meninggalkan Irma dan langsung pulang sedangkan Irma hanya  terdiam setelah mendengar penjelasan dari Rima.
**
            Isakkan Rima terhenti ketika dia mendengar suara ibunya.
            “Rima ada temanmu yang datang.Cepat keluar dan temui dia!”Perintah Ibu.
            Rima langsung menghapus air matanya dan berdiri.Dia langsung keluar kamar dan menemui temannya.Ternyata teman yang datang adalah Irma.
            “Irma…”Ucap Rima.Dia sangat kaget dan tidak menyangka.
Rima yang sedang duduk dikursi langsung berdiri,menarik tangan Rima,dan mengajaknya ke taman di depan rumah Rima.Di taman mereka duduk dikursi.
“Rima,aku minta maaf.Kamu benar ,kalau aku salah paham.Seharusnya aku tidak percaya ucapan Rika saat itu.Ternyata Rika ingin menghancurkan persahabatan kita.Tadi waktu pulang sekolah aku mendengar dia sedang bicara dengan temannya,dia bilang kalau dia sudah berhasil menghancurkan persahabatan kita.Ucapan dia kemarin itu supaya aku benci sama kamu dan persahabatan kita hancur.Dia iri sama kamu karena kamu punya banyak teman dan banyak guru yang perhatian sama kamu.Jadi karena kamu sangat dekat sama aku,dia ingin kedekatan kita itu hancur jadi kamu akan sedih.Rima maafkan aku.Aku menyesal aku telah membencimu.Apakah kamu masih mau jadi sahabatku?”Jelas Irma kepada Rima.Rima langsung menatap Irma dan memegang pundaknya.
            “Irma,kita akan selalu menjadi sahabat.”Jawab Rima singkat.
            Mereka langsung tersenyum dan berpelukan.Akhirnya persahabatan mereka kembali utuh.

Laporan Perjalanan

Laporan Perjalanan
(Oleh Farida Ariani / X MIA 3 / 07)

     Selasa,16 Februari 2016 siswa kelas X SMA Negeri 2 Magelang melaksanakan pembelajaran luar sekolah atau lebih dikenal dengan PLS.PLS merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh SMA Negeri 2 Magelang.Rombongan PLS dibagi menjadi 6 bus.Setiap bus terdiri dari 45 siswa dan 3 guru pendamping.Pengelompokan bus berdasarkan pembagian kelompok dikelas masing-masing ,yang mana masing-masing kelas dibagi menjadi 6 kelompok.Jadi setiap bus ter dapat kurang lebih 5 siswa dari kelas X MIA 1-6 dan IIS 1-3.
     Pukul 06.30 WIB peserta datang ke sekolah. Pukul 07.00 WIB bus datang,kami masuk kedalam bus sesuai dengan kelompok,kelompok 1 menempati bus A,kelompok 2 menempati bus B,kelompok 3 menempati bus C,kelompok 4 menempati bus D,kelompok 5 menempati bus E,dan kelompok 6 menempati bus F.Kami duduk sesuai dengan denah tempat duduk yang telah ditentukan,kemudian salah satu guru pendamping memimpin doa dan buspun melaju.Kegiatan didalam bus saat perjalanan beragam ada yang foto,ada yang bercanda dengan teman sebelahnya,dan ada juga yang mendengarkan musik.Kami menikmati perjalanan tersebut.
    
     Tujuan pertama kami adalah PT Sri Rejeki Isman Textile.PT Sri Rejeki Isman Textile merupakan sebuah pabrik tekstil terbesar di Sukoharjo dan juga terbesar di Asia Tenggara.PT Sri Rejeki Isman Textile memasok pakaian militer ke 26 negara dan negara-negara blok barat (NATO). PT Sri Rejeki Isman Textile biasanya lebih dikenal dengan PT Sritex.Perjalanan kami dari SMA Negeri 2 Magelang menuju PT Sritex sekitar 3 jam.Ketika sampai di PT Sritex,kami dapat melihat karyawan-karyawan PT Sritex yang berpakaian rapi sedang istirahat.Kemudian kami masuk di sebuah gedung,saat masuk kami dapat melihat foto-foto ketika pejabat besar misalnya Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke pabrik tersebut.Kami juga dapat melihat silsilah pemilik PT Sritex.Kami mengelilingi gedung tersebut.Di sana kami dapat melihat aktivitas karyawan,kami juga dapat melihat proses produksi,dan hasil produksi.Kegiatan kami selanjutnya adalah ke toko yang letaknya tidak jauh dari gedung yang tadi.Di sana kami dapat membeli pakaian,tas,dompet,dan kain.Pukul 12.00 WIB kami naik ke bus dan melanjutkan perjalanan kami.Kami menuju ke local restaurant, mengambil makanan untuk makan siang.Kami makan didalam bus untuk mempersingkat waktu.
     Tujuan kedua kami adalah Museum Sangiran.Setelah 2 jam perjalanan dari PT Sritex kami tiba di Museum Sangiran.Sesampainya di Museum Sangiran,kami langsung naik ke atas dan masuk kedalam museum.Didalam kami dapat melihat fosil-fosil manusia purba.Di sana kami tidak hanya mengamati fosil-fosil tersebut ,tetapi kami juga mendapat informasi tentang fosil-fosil tersebut dan penemunya dari pemandu wisata.Setelah selesai kami keluar dan turun dari museum.Kegiatan kami selanjutnya ganti pakaian dan salat dhuhur.Kemudian kami naik ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan.
     Tujuan kami selanjutnya adalah Pasar Grosir Solo (PGS) namun ketika kami tiba, pasar tersebut telah tutup karena kami datang terlalu sore.Akhirnya kami menuju Solo Square.Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam kami tiba di Solo Square.Di Solo Square kami diberi waktu selama 1 jam.Di sana kami dapat membeli oleh-oleh misalnya pakaian atau jalan-jalan mengelilingi Solo Square.Setelah 1 jam didalam Solo Square kami menuju bus.Kami melanjutkan perjalanan menuju local restaurant untuk makan malam dan salat.Perjalanan menuju local restaurant sekitar 2 jam.Akhirnya kami tiba,kami turun dari bus walaupun hujan.Di sana kami makan malam kemudian salat,namun ada juga yang salat terlebih dahulu kemudian makan.Setelah selesai makan ada yang langsung naik ke bus namun ada juga yang duduk santai dengan teman-temannya sambil menunggu teman yang belum selesai makan.Pukul 18.30 WIB kami naik ke bus dan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke SMA Negeri 2 Magelang.Perjalanan dari local restaurant ke SMA Negeri 2 Magelang sekitar 2,5 jam.Diperjalanan pulang banyak siswa yang tidur namun ada juga yang bercanda dengan teman sebangkunya.Setelah perjalanan sekitar 2,5 jam,akhirnya kami tiba di SMA Negeri 2 Magelang.

Senin, 23 November 2015


Cara Belajar Kebut Semalam
Farida Ariani X MIA 3/07
 Dalam menghadapi ujian setiap siswa pasti memiliki sistem belajar sendiri-sendiri.Salah satu sistem yang banyak dilakukan oleh banyak siswa adalah belajar dalam waktu semalam,biasanya orang menyebut Sistem Kebut Semalam yang boasa disingkat dengan SKS.Sistem SKS adalah sistem belajar dimana siswa belajar sampai larut malam.Sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan.Berikutadalah kelebihan sistem belajar kebut semalam (SKS) :
 Pertama,kondusif untuk belajar.Cara ini kondusif untuk belajar karena waktu belajarnya malam hari sehingga saat belajar tidak ada gangguan.Tidak ada gangguan dari luar seperti suara anak-anak,suara televisi,dan suara kendaraan dari luar.
Kedua,lebih konsentrasi dalam belajar .Suasana pada malam hari tenang sehingga otak kita bisa fokus pada hal yang kita pelajari.
 Ketiga,saat mengerjakan soal ujian lebih mudah.Hal tersebut dikarenakan materinya baru dipelajari malam harinya.Dan tentunya masih ingat betul dengan hal yang dipelajari malam hari.

Sabtu, 21 November 2015

Laporan Hasil Observasi

Teks Laporan Hasil Observasi
Farida Ariani X MIA 3/07

     X MIA 3 adalah salah satu kelas yang ada di SMA Negeri 2 Magelang atau SMADA.X MIA 3 terletak disebelah barat dan sederet dengan MIA 1,MIA 2 sampai IIS 3.Fasilitas dikelas X MIA 3 sama seperti kelas pada umumnya,diantaranya  2 papan tulis,meja,kursi,dan LCD.X MIA 3 terdiri dari 29 siswa,22 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki.Dikelas XMIA 3 5 siswa diantaranya memakai kacamata.Semua siswa X MIA 3 beragama islam sehingga mayoritas siswinya memakai kerudung.
     Banyak orang melanjutkan sekolah kejenjang lebih tinggi,mereka tentunya memiliki tujuan sendiri-sendiri.Namun tujuan utamanya adalah mendapatkan ilmu untuk meraih impian atau cita-cita.Mereka memiliki cita-cita agar masa depan mereka nantinya bisa hidup sejahtera.Dalam mencapai cita-cita itu tentunya membutuhkan usaha.Salah satu usaha yang telah dilakukan siswa kelas X MIA 3 adalah masuk dikelas IPA.Biasanya jurusan IPA memiliki pelung untuk bekerja dibidang kedokteran dan lain-lain.

     Dan setiap siswa pasti memiliki cita-cita sendiri.Begitu juga dengan siswa X MIA 3,mereka memiliki cita-cita sendiri.Ada 6 siswa yang ingin jadi dokter,4 siswa yang ingin jadi pengusaha,3 siswa ingin jadi guru dan yang lain ada yang ingin jadi akuntan,pegawai pajak,ahli gizi,psikolog,menteri kehutanan,tentara,bidan,astronot,dan Polisi Wanita.

Jumat, 20 November 2015

Teks Anekdot



Dipermalukan oleh Perbuatannya Sendiri
(Farida Ariani / X MIA 3 07)
Pada suatu hari disebuah kelas X MIA 3 yang tentunya bukan SMA yang
ada di Magelang telah siap mengikuti pelajaran pertama.Bel masuk berbunyi
semua siswa telah ada di kelas dan siap menerima pelajaran jam pertama,namun
gurunya tak kunjung datang.Setelah 20 menit barulah gurunya masuk dan
menyuruh siswanya berdoa.
“Anak-anak mari kita berdoa terlebih dahulu!” perintah Bapak Guru
“Sudah dari tadi Pak,” jawab beberapa siswa
“Oh ya,ya sudah kita lanjutkan materinya !” ajak Bapak Guru kepada siswa.
“Baik Pak,” jawab siswa serentak.
Kemudian guru itu menuliskan materi dipapan tulis dan
menjelaskannya.Setelah 25 menit menjelaskan materi tiba-tiba HP bapak guru
berbunyi yang kemudian bapak guru tersebut membuka HPnya dan langsung
meninggalkan kelas.Siswa serentak bingung karena mereka belum begitu mengerti
dengan materi yang diberikan.
Keesokkan harinya bel masuk berbunyi.Kelas X MIA 3 telah siap
mengikuti pelajaran seperti kemarin.Untuk kali ini bapak guru tidak terlambat
seperti kemarin.Tiba-tiba saat bapak guru akan memulai pelajaran ada yang
mengetuk pintu.Ternyata itu adalah Tono yang merupakan anak kelas X MIA 3.
“Maaf Pak ,saya terlambat,”kata Tono.
“Oh Tono,sini masuk!” perintah Bapak Guru,kemudian Tono masuk dan
mendekati Bapak Guru.
“Kenapa kamu telat,seharusnya kamu sudah dikelas 5 menit sebelum bel
masuk?” tanya Bapak Guru dengan nada marah.
“Maaf pak,lebih mending saya Pak,saya hanya telat 5 menit daripada 20
menit,” jawab Tono santai.Serentak teman-teman Tono tertawa mendengar ucapan
Tono tadi.
“Ya sudah ,kamu boleh duduk .Jangan ulangi lagi,”jawab Bapak Guru
menahan malu,sedangkan Tono berjalan menuju tempat duduknya.
“Anak-anak keluarkan selembar kertas!” perintah Bapak Guru dan siswa
terlihat bingung.
“Untuk apa Pak ?” tanya seorang siswa .
“Hari ini kita ulangan materi kemarin ,”jawab bapak guru.
“Tapi Pak …..” keluh siswa yang pembicaraanya dipotong bapak guru yang
membacakan soalnya.Siswa X MIA 3 mengerjakan soal dengan pasrah.
Minggu depannya bapak guru membagikan hasil ulangan.Melihat nilai para
siswa bapak guru menanyakan penyebabnya.
“Anak-anak kenapa nilai kalian tidak ada yang tuntas ?”tanya Bapak Guru.
        “Nggak bisa ngerjain Pak,”jawab para siswa dengan muka cemberut.
“Kalian nggak belajar? Itukan materi yang saya tulis dan jelaskan minggu
lalu.Kalian tidak mencatat ?”tanya bapak guru.
“Kami belajar Pak. Kami juga mencatat dan memperhatikan apa yang Bapak
berikan.”jawab seorang siswa.
“Lalu apa penyebab nilai kalian tidak tuntas .” tanya Bapak Guru
“Materi yang Bapak jelaskan dikelas kami itu belum selesai Pak.”jelas
seorang siswa.
“Masak sih?”tanya Bapak Guru heran.
“Iya Pak,lihat saja catatan saya Pak,” pinta seorang siswa.Kemudian bapak
guru melihat catatan siswa tersebut.
”Tapi saya menjelaskan materi itu dikelas lain 2 jam pelajaran selesai.Masak
dikelas ini materi yang saya berikan hanya sedikit padahal 2 jam pelajaran?”tanya
Bapak Guru heran.
“Bapak kemarin itu masuknya telat 20 menit terus bapak juga meningga,lkan
kelas setelah menjelaskan 25 menit,”jelas seorang siswa.
“Iya Pak.Benar itu Pak,”jawab serentak para siswa .
“Oh iya ya ,Bapak lupa.Maaf ya.Sekarang kita lanjutkan materi kita,”jawab
Bapak Guru sambil menahan malu.
Akhirnya bapak guru menjelaskan materi dan siswapun memperhatikannya.