Jumat, 20 November 2015

Teks Anekdot



Dipermalukan oleh Perbuatannya Sendiri
(Farida Ariani / X MIA 3 07)
Pada suatu hari disebuah kelas X MIA 3 yang tentunya bukan SMA yang
ada di Magelang telah siap mengikuti pelajaran pertama.Bel masuk berbunyi
semua siswa telah ada di kelas dan siap menerima pelajaran jam pertama,namun
gurunya tak kunjung datang.Setelah 20 menit barulah gurunya masuk dan
menyuruh siswanya berdoa.
“Anak-anak mari kita berdoa terlebih dahulu!” perintah Bapak Guru
“Sudah dari tadi Pak,” jawab beberapa siswa
“Oh ya,ya sudah kita lanjutkan materinya !” ajak Bapak Guru kepada siswa.
“Baik Pak,” jawab siswa serentak.
Kemudian guru itu menuliskan materi dipapan tulis dan
menjelaskannya.Setelah 25 menit menjelaskan materi tiba-tiba HP bapak guru
berbunyi yang kemudian bapak guru tersebut membuka HPnya dan langsung
meninggalkan kelas.Siswa serentak bingung karena mereka belum begitu mengerti
dengan materi yang diberikan.
Keesokkan harinya bel masuk berbunyi.Kelas X MIA 3 telah siap
mengikuti pelajaran seperti kemarin.Untuk kali ini bapak guru tidak terlambat
seperti kemarin.Tiba-tiba saat bapak guru akan memulai pelajaran ada yang
mengetuk pintu.Ternyata itu adalah Tono yang merupakan anak kelas X MIA 3.
“Maaf Pak ,saya terlambat,”kata Tono.
“Oh Tono,sini masuk!” perintah Bapak Guru,kemudian Tono masuk dan
mendekati Bapak Guru.
“Kenapa kamu telat,seharusnya kamu sudah dikelas 5 menit sebelum bel
masuk?” tanya Bapak Guru dengan nada marah.
“Maaf pak,lebih mending saya Pak,saya hanya telat 5 menit daripada 20
menit,” jawab Tono santai.Serentak teman-teman Tono tertawa mendengar ucapan
Tono tadi.
“Ya sudah ,kamu boleh duduk .Jangan ulangi lagi,”jawab Bapak Guru
menahan malu,sedangkan Tono berjalan menuju tempat duduknya.
“Anak-anak keluarkan selembar kertas!” perintah Bapak Guru dan siswa
terlihat bingung.
“Untuk apa Pak ?” tanya seorang siswa .
“Hari ini kita ulangan materi kemarin ,”jawab bapak guru.
“Tapi Pak …..” keluh siswa yang pembicaraanya dipotong bapak guru yang
membacakan soalnya.Siswa X MIA 3 mengerjakan soal dengan pasrah.
Minggu depannya bapak guru membagikan hasil ulangan.Melihat nilai para
siswa bapak guru menanyakan penyebabnya.
“Anak-anak kenapa nilai kalian tidak ada yang tuntas ?”tanya Bapak Guru.
        “Nggak bisa ngerjain Pak,”jawab para siswa dengan muka cemberut.
“Kalian nggak belajar? Itukan materi yang saya tulis dan jelaskan minggu
lalu.Kalian tidak mencatat ?”tanya bapak guru.
“Kami belajar Pak. Kami juga mencatat dan memperhatikan apa yang Bapak
berikan.”jawab seorang siswa.
“Lalu apa penyebab nilai kalian tidak tuntas .” tanya Bapak Guru
“Materi yang Bapak jelaskan dikelas kami itu belum selesai Pak.”jelas
seorang siswa.
“Masak sih?”tanya Bapak Guru heran.
“Iya Pak,lihat saja catatan saya Pak,” pinta seorang siswa.Kemudian bapak
guru melihat catatan siswa tersebut.
”Tapi saya menjelaskan materi itu dikelas lain 2 jam pelajaran selesai.Masak
dikelas ini materi yang saya berikan hanya sedikit padahal 2 jam pelajaran?”tanya
Bapak Guru heran.
“Bapak kemarin itu masuknya telat 20 menit terus bapak juga meningga,lkan
kelas setelah menjelaskan 25 menit,”jelas seorang siswa.
“Iya Pak.Benar itu Pak,”jawab serentak para siswa .
“Oh iya ya ,Bapak lupa.Maaf ya.Sekarang kita lanjutkan materi kita,”jawab
Bapak Guru sambil menahan malu.
Akhirnya bapak guru menjelaskan materi dan siswapun memperhatikannya.

1 komentar: