Dipermalukan
oleh Perbuatannya Sendiri
(Farida
Ariani / X MIA 3 07)
Pada
suatu hari disebuah kelas X MIA 3 yang tentunya bukan SMA yang
ada
di Magelang telah siap mengikuti pelajaran pertama.Bel masuk berbunyi
semua
siswa telah ada di kelas dan siap menerima pelajaran jam pertama,namun
gurunya
tak kunjung datang.Setelah 20 menit barulah gurunya masuk dan
menyuruh
siswanya berdoa.
“Anak-anak
mari kita berdoa terlebih dahulu!” perintah Bapak Guru
“Sudah
dari tadi Pak,” jawab beberapa siswa
“Oh
ya,ya sudah kita lanjutkan materinya !” ajak Bapak Guru kepada siswa.
“Baik
Pak,” jawab siswa serentak.
Kemudian
guru itu menuliskan materi dipapan tulis dan
menjelaskannya.Setelah
25 menit menjelaskan materi tiba-tiba HP bapak guru
berbunyi
yang kemudian bapak guru tersebut membuka HPnya dan langsung
meninggalkan
kelas.Siswa serentak bingung karena mereka belum begitu mengerti
dengan
materi yang diberikan.
Keesokkan
harinya bel masuk berbunyi.Kelas X MIA 3 telah siap
mengikuti
pelajaran seperti kemarin.Untuk kali ini bapak guru tidak terlambat
seperti
kemarin.Tiba-tiba saat bapak guru akan memulai pelajaran ada yang
mengetuk
pintu.Ternyata itu adalah Tono yang merupakan anak kelas X MIA 3.
“Maaf
Pak ,saya terlambat,”kata Tono.
“Oh
Tono,sini masuk!” perintah Bapak Guru,kemudian Tono masuk dan
mendekati
Bapak Guru.
“Kenapa
kamu telat,seharusnya kamu sudah dikelas 5 menit sebelum bel
masuk?”
tanya Bapak Guru dengan nada marah.
“Maaf
pak,lebih mending saya Pak,saya hanya telat 5 menit daripada 20
menit,”
jawab Tono santai.Serentak teman-teman Tono tertawa mendengar ucapan
Tono
tadi.
“Ya
sudah ,kamu boleh duduk .Jangan ulangi lagi,”jawab Bapak Guru
menahan
malu,sedangkan Tono berjalan menuju tempat duduknya.
“Anak-anak
keluarkan selembar kertas!” perintah Bapak Guru dan siswa
terlihat
bingung.
“Untuk
apa Pak ?” tanya seorang siswa .
“Hari
ini kita ulangan materi kemarin ,”jawab bapak guru.
“Tapi
Pak …..” keluh siswa yang pembicaraanya dipotong bapak guru yang
membacakan
soalnya.Siswa X MIA 3 mengerjakan soal dengan pasrah.
Minggu
depannya bapak guru membagikan hasil ulangan.Melihat nilai para
siswa
bapak guru menanyakan penyebabnya.
“Anak-anak
kenapa nilai kalian tidak ada yang tuntas ?”tanya Bapak Guru.
“Nggak bisa ngerjain Pak,”jawab para
siswa dengan muka cemberut.
“Kalian
nggak belajar? Itukan materi yang saya tulis dan jelaskan minggu
lalu.Kalian
tidak mencatat ?”tanya bapak guru.
“Kami
belajar Pak. Kami juga mencatat dan memperhatikan apa yang Bapak
berikan.”jawab
seorang siswa.
“Lalu
apa penyebab nilai kalian tidak tuntas .” tanya Bapak Guru
“Materi
yang Bapak jelaskan dikelas kami itu belum selesai Pak.”jelas
seorang
siswa.
“Masak
sih?”tanya Bapak Guru heran.
“Iya
Pak,lihat saja catatan saya Pak,” pinta seorang siswa.Kemudian bapak
guru
melihat catatan siswa tersebut.
”Tapi
saya menjelaskan materi itu dikelas lain 2 jam pelajaran selesai.Masak
dikelas
ini materi yang saya berikan hanya sedikit padahal 2 jam pelajaran?”tanya
Bapak
Guru heran.
“Bapak
kemarin itu masuknya telat 20 menit terus bapak juga meningga,lkan
kelas
setelah menjelaskan 25 menit,”jelas seorang siswa.
“Iya
Pak.Benar itu Pak,”jawab serentak para siswa .
“Oh
iya ya ,Bapak lupa.Maaf ya.Sekarang kita lanjutkan materi kita,”jawab
Bapak
Guru sambil menahan malu.
Akhirnya
bapak guru menjelaskan materi dan siswapun memperhatikannya.